Hubungan perilaku emotional eating dengan status gizi pada buruh perempuan usia produktif

Nada Ulayya Fernisa (Universitas Mitra Indonesia)
Dewi Woro Astuti (Universitas Mitra Indonesia)
Hidayatusy Syukrina Puteri (Universitas Mitra Indonesia)
DOI: 10.56922/chi.v3i5.3 Published: 2026-10-18 pp. 417-426
Full-Text Downloads:
Access and read the complete peer-reviewed article

Background: Emotional eating is a eating behavior triggered by emotional responses and may be associated with nutritional status. Female workers of reproductive age may experience occupational stress that can influence their eating behaviors.

Purposve: To determine the relationship between emotional eating behavior and nutritional status among female workers of reproductive age at a cigarette factory in Bandar Lampung in 2026.

Method: This quantitative study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 46 female workers were selected using purposive sampling from a population of 72 employees at PT Mega Berkah Bersatu Indonesia. Emotional eating behavior was assessed using the Eating and Appraisal Due to Emotions and Stress (EADES) questionnaire, while nutritional status was determined based on Body Mass Index (BMI). Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with the Chi-square test applied at a significance level of 0.05.

Results: Most respondents exhibited severe emotional eating behavior (32 respondents; 69.57%), while 30 respondents (65.22%) had normal nutritional status. The Chi-square test showed no statistically significant relationship between emotional eating behavior and nutritional status (p = 0.208).

Conclusion: There was no statistically significant relationship between emotional eating behavior and nutritional status among female workers of reproductive age at a cigarette factory in Bandar Lampung in 2026. Future studies should consider other factors potentially associated with nutritional status, including nutrient intake, physical activity, sleep quality, and stress levels.

  1. Abdullah, A., Dewi, A. P., Muharramah, A., & Pratiwi, A. R. (2022). Gambaran status gizi dan asupan gizi remaja santri Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung. Jurnal Gizi Aisyah, 5(1), 6–12. https://doi.org/10.30604/jnf.v5i1.413
  2. Almatsier, S. (2020). Prinsip dasar ilmu gizi (Cetakan ke-7). Gramedia Pustaka Utama.
  3. Al-Musharaf, S. (2020). Prevalence and predictors of emotional eating among healthy young Saudi women during the COVID-19 pandemic. Nutrients, 12(10), Article 2923. https://doi.org/10.3390/nu12102923
  4. Asih, G. Y., Widhiastuti, H., & Dewi, R. (2018). Stres kerja. Semarang University Press.
  5. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/
  6. Dewi, N. M. G. A., Satiadarma, M. P., & Wijaya, E. (2023). Emotional eating sebagai strategi koping stres pada mahasiswa tingkat akhir di Jakarta. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 7(1), 72–79. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v7i1.22053.2023
  7. Ekarini, N. L. P., Haeriyanto, S., Krisanty, P., Yardes, N., & Suratun, S. (2022). Pengaruh edukasi tentang penatalaksanaan hipertensi pada usia dewasa terhadap kemampuan mengontrol hipertensi. Prosiding Seminar Nasional Hilirisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun 2022, 109–117. https://ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id/index.php/ProsidingSEMNAS2022/article/view/1137
  8. Fathanah, N., & Hasanah, N. (2021). Pengaruh neuroticism terhadap emotional eating. Jurnal Sains Psikologi, 10(1), 31–40. https://doi.org/10.17977/um023v10i12021p31-40
  9. Fathimatuzzahra, N., Nurhamidi, & Yanti, R. (2024). Hubungan perilaku emotional eating, restraint eating, dan tingkat stres dengan status gizi remaja. Jurnal Riset Pangan dan Gizi, 6(2), 159–166. https://doi.org/10.31964/jr-panzi.v6i2.228
  10. Fayasari, A., & Lestari, P. W. (2022). Stres dan depresi berkaitan dengan emotional eating dan mindful eating pada mahasiswa saat pandemi Covid-19. AcTion: Aceh Nutrition Journal, 7(2), 127–135. https://doi.org/10.30867/action.v7i2.622
  11. Hartriyanti, Y., & Triyanti, T. (2017). Penilaian status gizi. Dalam Gizi dan kesehatan masyarakat. Rajagrafindo Persada.
  12. Irzanti, A. F., Husodo, B. T., & Kusumawati, A. (2023). Faktor yang berhubungan dengan emotional eating pada mahasiswa di Semarang. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 22(6), 364–372. https://doi.org/10.14710/mkmi.22.6.364-372
  13. Kanah, P. (2020). Hubungan pengetahuan dan pola konsumsi dengan status gizi pada mahasiswa kesehatan. Medical Technology and Public Health Journal, 4(2), 203–211. https://doi.org/10.33086/mtphj.v4i2.1199
  14. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman penilaian status gizi orang dewasa. https://jdih.kemkes.go.id/
  15. Konttinen, H., van Strien, T., Männistö, S., Jousilahti, P., & Haukkala, A. (2019). Depression, emotional eating and long-term weight changes: A population-based prospective study. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 16, Article 28. https://doi.org/10.1186/s12966-019-0791-8
  16. Kustanti, C. Y., & Gori, M. (2019). Studi kualitatif perilaku emotional eating mahasiswa tingkat IV program studi sarjana keperawatan di STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta tahun 2018. Jurnal Kesehatan, 6(2), 88–98. https://doi.org/10.35913/jk.v6i2.120
  17. Kustantri, A. W., Has, D. F. S., & Ernawati, E. (2021). Hubungan emotional eating, pola makan, dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada petugas puskesmas wilayah Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Ghidza Media Jurnal, 1(2), 97–106. https://doi.org/10.30587/ghidzamediajurnal.v1i2.2162
  18. Mursidah, I. S., Siregar, F. N. M., Damayanti, A. E., & Nuralita, N. S. (2024). Hubungan Emotional Eating dengan Status Gizi pada Remaja SMAS Muhammadiyah 02 Medan. Jurnal Implementa Husada, 5(2), 1–10. doi: 10.30596/jih.v5i2.19594.
  19. Ningtyas, N. S. A., & Isaura, E. R. (2024). Makan secara emosional dan stres psikologis: Mengungkap perjuangan tersembunyi mahasiswa internasional di Surabaya. Amerta Nutrition, 8(4), 582–592. https://doi.org/10.20473/amnt.v8i4.2024.582-592
  20. Nuryawati, L. S. (2019). Indikator kesehatan wanita. STIKes YPIB Majalengka. http://stikesypib.ac.id/blog/indikator-kesehatan-wanita/
  21. Ozier, A. D., Kendrick, O. W., Leeper, J. D., Knol, L. L., Perko, M., & Burnham, J. (2008). Overweight and obesity are associated with emotion- and stress-related eating as measured by the Eating and Appraisal Due to Emotions and Stress Questionnaire. Journal of the American Dietetic Association, 108(1), 49–56. https://doi.org/10.1016/j.jada.2007.10.011
  22. Par’i, H. M., Wiyono, S., & Harjatmo, T. P. (2017). Penilaian status gizi. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://repository.stikeshb.ac.id/30/1/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC_.pdf
  23. Permana, J. C., Maskar, D. H., & Anwar, K. (2024). Hubungan emotional eating terhadap status gizi pada remaja putri di SMAN 26 Jakarta. Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik, 3(1), 1–7. https://doi.org/10.25182/jigd.2024.3.1.1-7
  24. Piloto, T. C. P., & Nugraheni, F. (2025). Hubungan stres dengan emotional eating pada remaja. Journal Health and Nutritions, 11(1), 69–79. https://jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id/index.php/JHN/article/view/1363
  25. Rachmawati, E., Sofianita, N. I., Arini, F. A., & Maryusman, T. (2023). Hubungan emotional eating dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UPN “Veteran” Jakarta. JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan, 10(2), 43–55. https://doi.org/10.29406/jjum.v10i2.5892
  26. Rahim, R. N., & Prasetya, G. (2022). Hubungan tingkat stres terhadap kejadian emotional eating mahasiswa tingkat akhir Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti Jakarta saat pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI), 3(2), 1–6. https://doi.org/10.57084/jigzi.v3i2.914
  27. Rahmat, A. I. M. (2023). Zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak). OSF Preprints. https://doi.org/10.31219/osf.io/4xf3a
  28. Soekirman, S. (2019). Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
  29. Suhermi, S., Ramli, R., Septiyanti, S., Aqilah P, A. H., & Jumini, V. (2024). Pemberdayaan wanita usia produktif melalui optimalisasi kesehatan jiwa dan fisik menggunakan masker daun kelor. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(4), 1603–1608. https://doi.org/10.37287/jpm.v6i4.4644
  30. Sukianto, R. E., Marjan, A. Q., & Fauziyah, A. (2020). Hubungan tingkat stres, emotional eating, aktivitas fisik, dan persen lemak tubuh dengan status gizi pegawai Universitas Pembangunan Nasional Jakarta. Ilmu Gizi Indonesia, 3(2), 113–122. https://doi.org/10.35842/ilgi.v3i2.135
  31. Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2021). Penilaian status gizi (Edisi ke-2). EGC.
  32. Syafina, I. A., Santanu, A. M., Rosdiana, D. S., & Kumalasari, I. (2026). Emotional eating dan riwayat pemberian makan orang tua sebagai faktor risiko obesitas. ARTERI: Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 74–82. https://doi.org/10.37148/arteri.v7i2.653
  33. Trimawati, T., & Wakhid, A. (2018). Studi deskriptif perilaku emotional eating mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Universitas Ngudi Waluyo Ungaran. Jurnal Smart Keperawatan, 5(1), 52–60. https://doi.org/10.34310/jskp.v5i1.164
  34. Wirata, R. B., & Istianti, D. W. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Posbindu kesehatan wanita usia subur. Jurnal Kesehatan, 8(1), 25–32. https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196